Jumat, 07 Agustus 2009

PROYEKSI PETA !!








Ini pak tgs saya..smua gmbar diatas sumbernya sma kok pak...Mau tau ga pak? itu smua yg sya cri di google hehe tpi sumber asli nya trtulis dri blog2 ank gonz jdi sya bingung pak hehe..nilainya yah pak

Rabu, 13 Mei 2009

Ekosistem Laut 1,2,3

Itu smua adalah bagian dri ekosistem laut...
Bhannya saya ambil dri shbat para pelajar.. yaitu Wikipedia :)
mana nih pak comentnya??jgn hnya nilai donng..COMENT dong dkit haaah :P
mksih pak!

Ekosistem Laut III


Rumput laut

Rumput laut adalah salah satu sumberdaya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai seaweed. Sumberdaya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii dan Gracelaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini diantaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Ekosistem Laut II


Terumbu karang

Terumbu Karang merupakan salah satu komponen utama sumber daya pesisir dan laut utama, disamping hutan mangrove dan padang lamun. Terumbu karang merupakan kumpulan fauna laut yang berkumpul menjadi satu membentuk terumbu. Struktur tubuh karang banyak terdiri atas kalsium dan karbon. Hewan ini hidup dengan memakan berbagai mikro organisme yang hidup melayang di kolom perairan laut.

Terumbu karang dan segala kehidupan yang ada didalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang tak ternilai harganya. Diperkirakan luas terumbu karang yang terdapat di perairan Indonesia adalah lebih dari 60.000 km2, yang tersebar luas dari perairan Kawasan Barat Indonesia sampai Kawasan Timur Indonesia (Walters, 1994 dalam Suharsono, 1998).

Indonesia merupakan tempat bagi sekitar 1/8 dari terumbu karang Dunia (Cesar 1997) dan merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman biota perairan dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Menurut Cesar (1997) estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung.

Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah pemanfaatan sumber daya ikan, batu karang, pariwisata, penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya. Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah seperti fungsi terumbu karang sebagai penahan abrasi pantai, keanekaragaman hayati dan lain sebagainya.

Ekosistem Laut


Hutan bakau

Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.

Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran tadi --yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Selasa, 14 April 2009

SDA indonesia itu "complicated"


Deep trenches, high mountain chains, rows of vulcano, deep sea basins and innumerable which are not found over such an extended area in any other part of the world.

(Gambaran ringkas mengenai Indonesia oleh Klaus Wrytki tahun 1961)


Begitulah gambaran salah satu orang luar mengenai kondisi geografis indonesia pada masa itu. Setting geografi dan fisika dari perairan ini memberikan aspek biologi dan ekologi yang besar. Dinamika fisis dalam perairan ini, mendorong proses-proses biologi dan kimia, karena lokasinya didaerah tropis menyebabkan daerah ini merupakan laut dengan sumber daya alam yang sangat tinggi. Interaksi perairan indonesia dengan samudra pasifik dan hindia serta iklim munson daerah ini menghasilkan biodiversitas yang mempengaruhi proses-proses fisika, kimia dan biologi.


Indonesia merupakan negara kepulauan (Archipelago) terbesar di dunia, mencakup lima pulau utama dan sekitar 20 kelompok kepulauan yang lebih kecil. Memiliki jumlah pulau sekitar 17.000 pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, kepulauan ini membentang sejauh 5000 dari barat ke timur dan 1800 kilometer dari utara ke selatan.


Sumber daya alam perairan Indonesia baik sumber daya terbarukan maupun sumberdaya tak terbarukan sangatlah luar biasa jumlahnya. Sebagai ilustrasi sumberdaya alam terbarukan, dapat dicatat 20.000 spesies moluska, 2.000 spesies crustacean, 20 mamalia paus (termasuk paus biru), 6 spesies penyu laut (dari 7 total dunia) dan 8.500 spesies ikan. Sumber daya terbarukan mencakup minyak, gas alam, mineral timah, mangan dan emas. Potensi perikanan Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Secara keseluruhan mencapai 65 juta ton, yang terdiri dari 7.3 juta ton pada sektor perikanan tangkap dan 57.7 juta ton pada sektor perikanan budidaya. Hingga saat ini Indonesia menempati urutan ke 12 untuk negara pengekspor produk perikanan. Posisinya berada di bawah Vietnam dan Thailand yang sebenarnya memiliki sumber daya terbatas dan jauh di bawah Indonesia.


Menurut World Atlas of Coral Reefs, 2001, Indonesia mempunyai luas terumbu karang yang terbesar di dunia yaitu 51.020 km2 yang merupakan 17.95% dari luas terumbu karang dunia. Daya serap karbon dari sumber daya laut sangat besar dan berkali-kali lipat daripada sumber daya hutan di darat. Jumlah tersebut berasal dari ekosistem terumbu karang seluas 61 ribu km2 dengan daya serap 73,5 juta ton CO2 per tahun, rumput laut seluas 30 ribu km2 dengan daya serap 56,3 juta ton karbon, bakau 93 ribu km2 dengan daya serap 75,4 juta ton karbon dan laut terbuka 5,8 juta km2 dengan daya serap karbon 40,4 juta ton per tahun. Sementara itu, Pakar Lingkungan dari Centre for Environmental Modelling and Prediction, University of New South Wales, Sydney, Ben McNeil dalam papernya menyebutkan, jika emisi karbon total dunia diukur 5,9 per tahun dan daya serap hutan hanya 0,6, maka selisih akumulasi karbon sangat besar yakni 5,3 per tahun. Potensi pariwisata bahari sebagai mana terlihat di Pulau Bali dan Lombok, dimana pulau-pulau lain sebenarnya juga memiliki kelebihan namun belum dikembangkan. Data dari geologi dapat diketahui bahwa di Indonesia terdapat 40 cekungan yang mengandung minyak dan gas bumi. Ke 40 cekungan ini memiliki cadangan 106.2 milyar barel setara minyak, dimana 57.3 milyar barel berada di laut. Lepas pantai Pulau Natuna dan Sorong mempunyai cadangan gas termasuk terbesar di dunia. Jangan terkejut bila kita semua harus akui Indonesia kalah jauh dari Malaysia di bidang offshore. Pada tahun 2002 misalnya, realisasi produksi minyak mentah Indonesia dari offshore hanya sebesar 26,7 juta ton sedangkan gas bumi sebesar 13 miliar kubik. Untuk tahun yang sama, Malaysia sudah memproduksi minyak mentah sebesar 37 juta ton dan 47,9 miliar kubik. Kesenjangan Indonesia dibandingkan Malaysia bahkan lebih jomplang di tahun 2004. Produksi offshore kita praktis jalan di tempat dengan produksi minyak mentah sebesar 27,8 juta ton sementara Malaysia melonjak menjadi 43,1 juta ton, sedangkan untuk gas bumi Indonesia 14 miliar kubik sementara negara jiran itu menjadi 60,6 miliar kubik.


itu adalah penjelasan tentang indonesia yg saya ambil dari blog org (maav sya lupa alamat blognya jd ga bs dimsukin).Dari sni sya melihat dan merasa aneh , karena bangsa kita sangat kya dalam SDA ap lgi dlm SDA laut.Malah kita mengalah kan negara - negara asia lain tpi malah kita memiliki standart ekonomi yg rendah.Ini smua karena dari kurang nya kesadaran anak - anak bangsa indonesia untuk memajukan SDA laut indonesia kita.Dari pendahulu - pendahulu kita pun sudah tdk memajukan SDA laut ditmbah dggn kita sebagai penerus - penerus bangsa makin lma makin SDA indonesia tdk maju-maju..Jadi kita sebagai penerus bangsa justru harus sadar untuk meneruskan dan memangfaatkan SDA laut Indonesia kita..Ya kan pak??hahhaah

Mav yah..ini adlah blog pertama saya dan ini juga blog dbkinin org..maklum korban majunya teknologi jadi gaptek - -" hahha

Comentnya yah!! oh yah pak citra jgn lupa nilai nya!! hahha